FERTILITAS DAN
FEKUNDITAS
A. PENGERTIAN
a.
Fertilitas (fertility) adalah jumlah kelahiran
hidup
b.
Fekunditas (fecundability) adalah peluang untuk
hamil dalam rentang siklus menstruasi, tanpa menggunakan alat kontrasepsi, dan
melakukan aktifitas seksual.
B. Faktor-faktor
yang Memengaruhi Fekunditas
a.
Frekuensi dan waktu hubungan seksual.
Hubungan seksual harus aktif saat mendekati waktu
pelepasan telur dari ovarium untuk menghasilkan proses fertilisasi.
Probabilitas untuk hamil dan menghasilkan janin yang mampu bertahan terjadi
pada 2 hari sebelum ovulasi. Pasangan yang melakukan hubungan seksual pada
waktu tersebut memiliki peluang untuk hamil. Fekundabilitas yang tinggi
berhubungan dengan seringnya aktifitas seksual. Untuk pansangan yang mengalami
kesulitan untuk hamil, penetapan waktu hubungan seksual lebih efektif
dibandingkan peningkatan frekuensi hubungan seksual.
b.
Usia.
Kemampuan untuk hamil yang tinggi terjadi pada rentang
usia wanita 20tahun. Rendahnya kemapuan untuk hamil diusia lanjut berhubungan
dengan penurunan aktifitas hubungan seksual.
c.
Laktasi.
Proses latasi dapat menekan ovulasi dan menyebakan
amenore.
d.
Infeksi pada pelvis.
Merupakan penyebab utama dalam menurunkan kemampuan untuk
hamil dan sterilisasi pada wanita.
e.
Nutrisi.
f.
Aktifitas.
Aktifitas yang intens dan berat dapat mempengaruhi
wanita untuk hamil, berhubungan dengan anovulasi dan amenorea terutama pada
aktifitas lari meraton, balet, dan senanm.
g.
Obesitas.
Wanita dengan obesitas sulit hamil karena tidak
seimbangnya fungi hormonal endokrin.
h.
Kontrasepsi oral.
Pengaruh hormon endokrin
i.
Obat-obatan
Penggunaan obat-obatan tertentu dapat mempengaruhi
fertilitas seperti obat tiroid, antidepresan, transquilizer, dan obat asma.
j.
Faktor prenatal.
k.
Gaya hidup.
l.
Paparan tempat kerja.
Referensi:Kesehatan reproduksi
remaja dan wanita, eny kusmiran, salemba medika,bandung 2011. Hal 115-117.

.jpg)

.jpg)
.jpg)

