Senin, 09 Juni 2014

HIPEREMESIS GRAVIDARUM

Hyperemesis Gravidarum
(mual muntah yang berlebihan pada wanita hamil)

Adalah mual dan muntah yang berlebihan pada wanita hamil sampai menggangu pekerjaan sehari-hari karena keadaan umumnya menjadi buruk, karena terjadi dehidrasi.


A.     Etiologi
Sebab pasti belum diketehui, frekuensi kejadian 2/1000 kehamilan. Faktor predisposisi yang dikemukakan :
1)      Sering terjadi pada primigravida, molahidatidosa, diabetes , dan kehamilan ganda akibat peningkatan kadar HCG.
2)      Faktor organik karena masuknya vili khoriales dalam sirkulasi maternal dan perubahan metabolik.
3)      Faktor psikologik keretakan rumah tangga, kehilangan pekerjaan , rasa takut terhadap kehamilan dan persalinan, takut memikul tanggungjawab, dan sebagainya.
4)      Faktor endokrin lainya hipertiroid, diabetes dan lain-lain.

B.     Gejala dan Tingkat
Kesepakatan batas muntah lebih dari 10 kali dan apabila keadaan umum ibu terpengaruh maka disebut hiperemesis.
1)      Tingkat I : Ringan
·         Mual muntah terus menerus menyebabkan penderita lemah
·         Tidak mau makan
·         Berat badan turun
·         Rasa nyeri di epigastrium
·         Nadi sekitar 100x/i
·         Tekanan darah turun
·         Turgo kulit kurang
·         Lidah kering
·         Mata cekung
2)      Tingkat II : Sedang
·         Mual muntah yang hebat  menyebabkan keadaan umum penderita lebih parah
·         Lemah
·         Apatis
·         Turgor kulit mulai jelek
·         Lidah kering dan kotor
·         Nadi kecil dan cepat
·         Suhu badan naik
·         Ikterus ringan
·         Berat badan turun
·         Mata cekung
·         Tensi turun
·         Hemokonsentrasi
·         Oligurin dan konstipasi
·         Asetonuria dan dari nafas keluar aseton
3)       Tinggkat III : Berat
·         Keadaan umum jelek
·         Kesadaran sangat menurun
·         Samnolen sampai koma
·         Nadi kecil, halus dan cepat
·         Dehidrasi hebat
·         Suhu badan naik
·         Tensi turun sekali
·         Ikterus
C.     Patologis
1.      Hepar  : pada tingkat ringan hanya ditemukan degenerasi lemak sentrilobuler tanpa nekrosis .
2.      Jantung : jantung atrofi, kecil dari biasa.
3.      Otak : terdapat becak pendarahan pada otak.
4.      Ginjal : tampak pucat , dengenerasi lemak pada tubuli kontorti.
D.     Penanganan
1.      Pencegahan dengan informasi dan eduksi.
2.      Dinasehatkan agar tidak terlalu cepat bangun dari tempat tidu, sehingga tercapai adaptasi aliran darah menuju susunan saraf pusat.
3.      Anjurkan makan dengan porsi kecil tapi lebih sering. Makanan yang menimbulkan mual dan muntah dihindari.
4.      Terapi obat menggunakan sedativa ringan luminal 3x30mg, vitamin (B1&B6), anti muntah, anatasida dan anti mulas.
5.      Nasehat pengobatan : banyak minum dan hindari minuman atau makanan yang asam untuk mengurangi iritasi lambung.
6.      Untuk tingkat I dan II harus dirawat inap d rumah sakit:
v  Istirahat baring
v  Isolasi dan therapi psikologik
v  Penambahan cairan
v  Observasi cairan yang masuk dan keluar dengan pemasangan kateter
v  Observasi keadaan umum dan tanda vital
v  Beri obat-obatan sda.


Referensi:

Asuhan kebidanan pathologi. Esti nugraheny,S.S.T. pustaka rihama, sewon,bentul,yogyakarta 2009 hal 57-60

1 komentar:

  1. Jackpotcity Casino & Resort - Jackson County - KT Hub
    Find your next casino and resort in 김해 출장안마 Jackson County, Missouri 포천 출장안마 near 부천 출장안마 Jackson County. We 순천 출장마사지 offer slot machines, video 포항 출장마사지 poker, video keno, video keno,

    BalasHapus